Sabtu, 31 Desember 2011

Maksimalkan Potensi Desa Wisata di Indonesia


Tahukah Anda negara mana yang mempunyai pulau, suku bangsa dan bahasa daerah terbanyak di dunia? Indonesia! Ya memang negara kita, Indonesia. Negara yang memiliki banyak keindahan alam yang berpotensi mendatangkan wisatawan. Tentu kita perlu berfikir secara kreatif bagaimana caranya memaksimalkan potensi kepariwisataan di Indonesia sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.


Gunung Merapi menjadi salah satu tujuan pariwisata yang menarik banyak wisatawan

Pariwisata bisa dijadikan sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan baik dan maksimal. Tapi apakah destinasi pariwisata selama ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya? Sebuah berita dari VOA tanggal 18 Desember 2011 yang berjudul “Indonesia Harus Maksimalkan Pengembangan Desa Wisata” membuat saya tergerak untuk menulis pengalaman saya melakukan KKN di Desa Ngablak, Srumbung, Magelang. [1]


United Nations World Tourism Organization (UNWTO) atau organisasi pariwisata dunia dalam berita VOA Indonesia disebutkan bahwa untuk menarik wisatawan Indonesia perlu memaksimalkan peran desa wisata. Objek Wisata yang menjadi unggulan tidak hanya semata-mata menikmati keindahan alam yang dimiliki sebuah daerah tetapi juga secara komprehensif objek wisata dapat dikembangkan dengan memberdayakan masyarakat desa. 


Kebun Salak Desa Ngablak, Srumbung, Magelang
Kerajinan dari Akar tua
Mengapa Desa Wisata diperlukan? Pengembangan destinasi pariwisata memerlukan peran masyarakat agar dapat memaksimalkan seluruh potensi yang dapat diberdayakan. Desa dimana saya pernah melakukan community development adalah sebuah Desa di kaki Gunung Merapi yang terletak di Magelang. Desa Ngablak memiliki destinasi pariwisata berupa Dam Sabo (tempat penampungan yang disiapkan untuk lahar ketika Merapi Meletus). Coba kita pikirkan, jika wisatawan hanya sekedar mampir untuk melihat Dam Sabo, tidak ada nilai ekonomi lebih yang didapati oleh masyarakat sekitar. Padahal masyarakat tersebut sebagian besar adalah petani salak yang memiliki perkebunan salak luas yang berbuah sepanjang tahun. Ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi Wisata kebun Salak. Tidak hanya itu ternyata setelah melakukan ekplorasi lebih jauh, masyarakat Desa juga memiliki kebudayaan kesenian Hadroh dan kerajinan tangan. Tetapi selama ini masyarakat belum sadar akan pentingnya membangun dan menata desa sebagai tujuan desa wisata.




Kesenian Hadroh



















Untuk mendorong perubahan masyarakat desa, kegiatan community development bekerja sama dengan aparat Desa, Pemda dan TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi) melakukan penyuluhan mengenai potensi Desa Ngablak. Hal ini bertujuan pembentukan kesadaran dan opini masyarakat mengenai desa mereka, karena sebagian besar masyarakat desa belum mengenal apa itu desa wisata. Setelah dilakukan beberapa penyuluhan dan pelatihan desa wisata, masyarakat mulai tergerak untuk memanfaatkan potensi desa mereka. Disinilah pentingnya turut campur pemerintah dalam mengembangkan desa wisata di Indonesia. Pemerintah mengawali realisasi desa wisata sedangkan  masyarakat menjadi aktor penting yang akan menjalankan dan mengembangkan desa wisata. Kebijakan yang diambil pemerintah serta partisipasi masyarakat menjadi komponen penting bagi terwujudnya desa wisata.

Sosialisasi Desa Wisata

Banyak sekali tujuan pariwisata di Indonesia, hal ini menjadi potensi Indonesia menarik wisatawan lokal dan khususnya wisatawan mancanegara. Misalnya saja Pulau Komodo yang baru saja dinobatkan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia. Semoga hal ini dapat dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat di desa setempat agar lebih banyak lagi wisatawan tertarik berkunjung ke Indonesia, mengenal keindahan alam, makanan khas, keanekaragaman flora dan fauna, beragam suku bangsa dan budaya Indonesia. Mari kita kembangkan dan maksimalkan desa wisata guna peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.




[1]  http://www.voanews.com/indonesian/news/Indonesia-Harus-Maksimalkan-Pengembangan-Desa-Wisata-135821073.html

Jumat, 30 Desember 2011

Menciptakan Perubahan Dan Peradaban Melalui Pendidikan, Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI


          “Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda. Tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan.” Itulah perkataan Franklin D Roosevelt. Kemajuan diawali oleh perubahan, pengertian dimaknai dengan pemahaman, ilmu dan moral menjadi panduan membangun peradaban, pendidikan menjadi dasar bagi penciptaan karakter kuat suatu bangsa. Jadi Pendidikan merupakan bagian penting bagi generasi muda dalam menciptakan perubahan yang beradab.
          Jepang gigih menjadikan pendidikan sebagai cara untuk bangkit paska perang atau Korea yang memfokuskan pada pemberantasan korupsi dan pendidikan paska krisis yang memukul negaranya sama seperti Indonesia di tahun 1998. Sesering apapun jatuh yang terpenting adalah bangkitnya. Bagaimana dengan Indonesia? Saya yakin Indonesia bisa, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada saudara-saudara kita yang tinggal di daerah terpencil harus berjuang untuk sampai ke sekolah. Jalan berkilo-kilo meter tanpa alas kaki, menyebrangi sungai, menempati ruang sekolah yang bolong atapnya bahkan hampir rubuh. Tetapi semangat belajar yang mereka lakukan demi menggapai cita-cita, membangun daerah, membuat perubahan pada negeri ini. Kita perlu mmerenungkan perkataan Margaret Mead “Jangan pernah meragukan keberhasilan sekelompok kecil orang yang bertekad mengubah dunia karena hanya kelompok seperti itulah yang pernah berhasil melakukannya.” Jangan pernah sia-siakan semangat mereka menuntut ilmu, jangan biarkan generasi bangsa Indonesia putus sekolah. Ketika mereka sukses bisa jadi ilmu pengetahuan dan moral yang dipelajari dari proses pemahaman dan pembelajaran membentuk karakter bangsa yang mampu mengelola secara bijaksana daerah-daerah di Indonesia.  
Menilisik lebih jauh, banyak daerah yang kaya akan potensi SDA yang menghasilkan keuntungan yang saya kira mampu memperbaiki jalan, menambal atap sekolah yang bolong, menambah fasilitas hingga membuat gedung sekolah baru yang layak. Setiap daerah memiliki perwakilan di DPD RI, inilah salah satu peranan penting DPD berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi daerah. Seandai saya menjadi anggota DPD RI, akan saya perjuangkan hak memperoleh pendidikan yang layak dan merata bagi rakyat Indonesia. Semoga amanah dan tujuan mencerdasakan kehidupan bangsa seperti yang termaktub dalam UUD 1945 dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh bangsa Indonesia.
Akan kuperjuangkan pendidikan di negeri ini
Bukankah tugas DPD salah satunya memberi saran pertimbangan kepada DPR?
Seandainya Saya menjadi anggota DPD RI akan Saya katakan pada anggota DPR untuk memberikan anggaran yang besar bagi pendidikan
DPD RI memberikan kontribusi penting bagi penyampaian aspirasi daerah dan kontrol terhadap DPR
Seandainya Saya menjadi anggota DPD RI, Saya awasi pemakaian anggaran untuk pendidikan
Agar tidak ada lagi berita penyalahgunaaan dana BOS dan biaya pendidikan
Agar tidak terdengar jeritan mahalnya melanjutkan sekolah
Dan  tidak terdengar sekolah yang runtuh karena tidak sanggup memperbaiki gedung sekolah
Seandainya Saya menjadi anggota DPD RI, Saya tidak akan segan-segan berperan demi kemajuan bangsa ini
Mencerdaskan kehidupan bangsa dan pendidikan yang layak dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai  amanat UUD 1945.
Seandainya Saya menjadi anggota DPD RI, Saya berjanji pada diri sendiri dan bangsa ini akan terlibat aktif melaksanakan tugas dan kewajiban yang dimiliki dengan sebaik-baiknya melalui wewenang yang diamanahkan sebagai anggota DPD RI.
      

Rabu, 07 Desember 2011

Itu Semua Berawal Dari Tulisan, Maka Menulislah!


Berbagi Ilmu, Menulislah


J.K Rowling menjadi salah satu orang terkaya melalui buku-buku karangannya, Harry Potter.
Film Laskar Pelangi yang disukai banyak orang diambil dari buku karangan Andrea Hirata atau Stephanie Mayer  dengan Twilight Saga yang menjadi cikal bakal film Twilight kegemaran para remaja dunia.
Masuknya kebudayaan Cina ke Indonesia dapat di ketahui dari peninggalan prasasti.
Bagaimana kita tahu letak benua Amerika didunia jika kita sama sekali belum pernah mengunjunginya?
Bagaimana melalui tulisan-tulisan di Internet mampu menciptakan sebuah pergerakan di negara diktator sekalipun sehingga muncul sebutan baru yang dikenal jasmine revolution?

Itu semua berawal dari tulisan, maka menulislah!

          Pernahkan Anda membaca tulisan Raditya Si ‘Kambing Jantan’ ? mungkin Anda akan tertawa membacanya atau berpikir bagaaimana buku-buku bestseller bisa berawal  dari tulisan yang sederhana seperti diari. Ya  tulisan itu berasal dari kumpulan diari yang Ia tulis setiap hari. sebuah diari yang saya kira hampir setiap orang bisa membuatnya tanpa perlu banyak berpikir seperti tulisan karya ilmiah atau jurnal.  Atau membaca Harry Potter yang bisa Anda tamatkan dalam satu hari.  Semua itu merupakan bagian karya mereka yang mereka tulis secara bertahap sedikit demi sedikit sehingga menjadi sebuah buku yang best seller, semuanya berawal dari tulisan.
Pentingnya menulis bagi setiap orang yang bisa jadi membawa sebuah pembaharuan bagi peradaban dunia.  Sebuah tulisan   dari Voa Indonesia  hari Rabu tanggal 30 November 2011 yang berjudul " Organisasi Nirlaba Amerika Bantu Siswa Jadi Penulis Kreatif" menarik perhatian saya. Organisasi nirlaba yang bernamakan 826 sedang  menjalankan misinya yaitu menbantu para siswa agar menjadi penulis kreatif. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya penduduk Amerika yang berlatarbelakang hispanik (berbahasa spanyol) sehingga banyak orang tua siswa yang mengalami kesulitan dalam mengajarkan atau membantu anak mereka dalam mengerjakan PR  dalam bahasa inggris. Hal inilah yang menjadi fokus organisasi ini dan sekarang telah membantu 30 ribu siswa di 8 kota di Amerika. Alhasil para siswa merasa tertarik untuk menghasilkan tulisannya sendiri dan kini organisasi tersebut telah menerbitkan 944 jilid karya tulis siswa.[1]
Contoh Organisasi ini baik dicontoh oleh Indonesia. Tidak hanya les khusus matematika atau bimbel saja yang menjamur di kota-kota besar. Minat menulis juga perlu dikembangkan menjadi kebutuhan para siswa agar memiliki skill menulis yang baik. Bentuk organisasi seperti ini menjadi wadah bagi siswa dalam mempelajari dan menyalurkan karya mereka dalam bentuk tulisan. Saya berharap Indonesia bisa mencontoh seperti organisasi 826 karena sebaiknya sejak dini minat baca dan menulis harus ditumbuhkan pada generasi muda bangsa Indonesia. Jika mereka diperkenalkan sejak dini menulis kreatif maka menulis akan menjadi hobi dan kebiasaan mereka hingga dewasa. Bisa jadi 10 atau 20 tahun kemudian Indionesia akan melahirkan penulis-penulis besar yang dikenal di seluruh dunia.
Orang-orang besar yang menulis karyanya seperti tidak pernah mati. Walaupun bertahun atau bahkan berabad lalu mereka telah tiada tapi tulisan dan pemikiran mereka masih dipakai hingga saat ini. Keynes, Karl Max, Bukhari, semua adalah tokoh-tokoh besar yang dikenal dari tulisan dan pemikiran mereka. Kegigihan mereka dalam menulis menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi manusia tidak hanya dimasanya, akan tetapi bertahun-bertahun setelah sepeninggalan mereka.  Buku harian Ibnu Batutah yang mengungkapkan fakta kejayaan Islam di Eropa atau buku diary Anne Frank yang menjadi fenomenal bagi sejarah Yahudi menjadi saksi perjalanan sejarah bagi generasi yang tidak pernah merasakan langsung kejadiaan pada suatu masa.
Tulisan dapat membuat orang berimajinasi, termotivasi, merubah pemikiran seseorang bahkan berpengaruh pada peradaban dunia. Tulisan merupakan kumpulan kalimat yang terdiri dari kata-kata. Maka mulailah menulis sedikit demi sedkit , menulislah apa saja yang menjadi kegelisahanmu. Menulislah dari sesuatu yang bisa kamu bagikan kepada orang lain, karena bisa jadi sesuatu yang kamu anggap kecil tetapi bagi orang lain merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya. Maka menulislah mulai dari sekarang!

         

Selasa, 18 Oktober 2011

Ini dia Royal Wedding ala Yogyakarta ^_^ wanna see? be there at 4pm @ Jalan Malioboro today!



   






















         Pasti udah pada tahu kalau perayaan pernikahan putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X akan dirayakan selama 4 hari. Acara utamanya tentu aja hari ini yaitu hari pernikahan kedua mempelaiSelasa 18 Oktober 2011.

                                      



        Sebenarnya memang hari ini aku mau pergi ke jalan Malioboro, niatnya bukan untuk liat arak-arakan pengantin baru :D tapi daftar Tour de Merapi yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kab.Sleman tanggal 30 Oktober :D ayo yang mau daftar Rp 90.000,- dapat kaos+jacket, masing-masing bawa satu motor+boleh bawa teman untuk goncengannya. Daftarnya di Tourism Information Center, letaknya disebelah kantor Gubernur dan Hotel Mutiara, pas banget dibelakangan shelter Trans Jogja yang kedua di Jalan Malioboro.

Masih sepi jam 9 Pagi hari ini
            Oiya FYI nanti ada angkringan gratis lho mulainya jam 2. Berdasarkan obrolan dengan seorang Bapa Pengendara Becak, angkringan itu murni dari persembahan rakyat Jogja untuk Keraton. Beliau mengatakan menurut orang Jogja kalau memberi kepada keraton nanti imbalannya akan lebih banyak. Hal ini juga yang terjadi oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta. Wah aku senang banget ketemu bapak ini, murah senyum :) itulah salah satu yang aku suka dari masyarakat Jogja :D 

              Selamat menikmati ya, iring-iringan pengantin akan melawati jalan Malioboro dari arah Selatan (berlawanan arah) dan jalan akan mulai ditutup jam 3. So bagi kamu semua yang tertarik untuk liat The Royal Wedding versi Keraton Yogyakarta be there at 4pm :D Have Fun

                                                                                                                                                 
              
              


                       
                                                           






Jumat, 14 Oktober 2011

One of Festival in Jogja : Kite Festival at Parangkusumo Beach ^_^

Yogyakarta/Jogja is known as tourism, cultural city and also education city of Indonesia
Will be nice if you can visit this city ^_^

many scenes you can see on the way to Parangkusumo Beach
What river? I forget :p

    This is one of festival which was held by  Yogyakarta Province, this Kite festival was at Parangkusumo Beach. For tourist you can visit these website  




2 Dimension of Kite

           Parangkusumo Beach is near Parangtritis which more popular for tourist, but for people who lives in Jogja must be know that this beach is between Parangtritis and Depok Beach. Usually in a year this kite festifal will be held 2 times, at Glagah Beach (Kulon Progo Regency) in July and at Parangkusumo Beach (Bantul Regency) in October, each will be held in 2 days. 


Because I never seen this festival and finally few days ago i searched on uncle google about how to reach Parangkusumo Beach (hehhe because actually i didn’t know where Parangkusumo Beach is) :P i also didn’t know what time this kite festival would be held There is no information about what time this festival would been held so i decided to come at 9am and started ride my motor at 8am then reached there at 9pm. 



 

      
       Some kites were being flied and i was waiting for big  kite but couldn’t find...i just known that big kites will be flied tomorrow on Sunday. But it’s ok i’m happy had been there J there are some categories for kite, 2 dimension kite, 3 dimension kite, traditional kite and national kite. The participant are from many cities in indonesia but mostly from java island. Ohhh it’s hot hot hot and windy, but i was curious already been there (alone traveller :D) 

 
                Had fun!!! I LOVE JOGJA. Don’t forget to attend Kite Festival next year ^_^

Selasa, 11 Oktober 2011

Festival Layang Layang Di Pantai Parangkusumo

Layangannya lucu ^_^ ini layangan 2 dimensi (sabtu)
layangan yang besar-besar adanya hari minggu.

             Ini dia salah satu acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DIY, festival layang layang di Pantai Parangkusumo. Pantai Parangkusumo ini dekat dengan pantai Parangtritis yang lebih populer di telinga kebanyakan orang, tapi kalau orang yang tinggal di Jogja pasti tahu karena pantai ini berada diantara pantai depok (yang ada jualan ikan-ikan) dan pantai Parangtritis.
Visit website ini untuk update acara atau event yang  ada di Yogyakarta 
http://www.visitingjogja.com/   
http://www.facebook.com/home.php?sk=lf#!/pages/visitingjogjacom/143664129002739?ref=ts

Disini senang disana senang, pemandangan menuju pantai kanan kiri sawah :)


               Biasanya dalam datu tahun diadakan 2 kali festival layang layang yaitu di Pantai Glagah (Kab.Kulon Progo) dan pantai Parangkusumo, masing-masing selama dua hari. Pas di Pantai Glagah belum sempat datang, eh ternyata ada lagi di Pantai Parangkusumo tanggal 8-9 Oktober 2011. Berhubung aku belum pernah lihat dan penasaran akhirnya beberapa hari sebelumnya cari informasi dari paman google, hmm sebenarnya aku juga ga tahu dimana pantai parangklusumo sebelumnya... :P karena bingung jam berapa acaranya, akhirnya berangkat pagi jam 8 sampai disana jam 9, ternyata peserta lagi siap-siap, ada juga yang lagi uji coba layang layangnya untuk diterbangkan.
Informasi jam berapa acara dimulai memang tidak ada, nah untuk info aja nih, biasanya acara menaikkan layang-layangnya mulai jam 10 itu untuk yang layang-layang 2 dimensi, selanjutnya 3 dimensi. Kalau hari sabtu kategori 2 dimensi dan 3 dimensi sedangkan hari minggu ada kategori tradisional dan nasional, apa lagi ya, aku lupa... :P

Lewat Sungai juga, tapi ga tau namanya sungai apa ya...?ada yang tahu?
       Panas uey....tapi penasaran udah kesini sendirian (sengaja ga ngajak teman karena aku tahu mereka ga suka panas-panasan kelamaan, hehhe sebenarnya kasian juga c..siapapun yang aku ajak jalan-jalan pasti aku minta tolong foto-foto terus :D). Sampai disana belum banyak turis yang datang, tapi aku yakin beberapa yang sudah datang duluan punya hobi fotografi. Aku juga mau kamera SLR :D tapi gpp, alhamdulillah punya

camera digital J ya it’s time to take pics, jeprat jepret eh tiba-tiba ada segerombolan bule, tapi sepertinya mereka ga terlalu tertarik liat layang-layang malah foto-foto dekat pantai. Yahhh gagal nih ‘sksd’ (sok kenal sok deket),hehe itsss tunggu dulu tiba-tiba ada bule cewe nih dekat aku lagi foto-foto layangan,,hmmm my heart said mita let try to speak with her, how?? Nanti aku cerita di postingan selanjutnya ya :D   

                                
                
         Ga nyesel datang ke festival ini, hhmmmm bau laut dan angin pantai dan layang-layang beraneka ragam cocok untuk penghilang rasa stress (itu kata bulenya) di akhir pekan :) so try it next year, don’t miss it :D see you.


Jumat, 22 Juli 2011

Let’s Make Change By Write in English (^_^) Reflection From Today’s Workshop




Hari ini, Jumat 22 Juli 2011 saya menghadiri sebuah workshop tentang journalism and blogging tutorial yang diselenggarakan atas kerjasama The Jakarta Post dan CDC Fisipol UGM. Menginjakkan kaki lagi dikampus Sekip Fisipol UGM ^_^ (can you read what i am thinking?guess!). Workshop yang dibuka oleh ibu Hermin selaku wakil dekan bidang kemahasiswaan dan Pak Riadi(saya lupa jabatan beliau tapi kalau ga salah sebagai senior editor The Jakarta Post). Dalam pembukaannya Pak Riadi menjelaskan bahwa workshop ini merupakan salah satu misi The Jakarta Post dalam menyebarkanluaskan pengetahuan kepada masyarakat Indonesia mengenai pentingnya creative writing.
Beliau menjelaskan, misi ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya minat baca bangsa Indonesia. Apalagi dibandingkan dengan negara tetangga seperti singapura, Malaysia dan India. Yang kedua adalah mempromosikan kebiasaan menulis khususnya meningkatkan minat dan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris. Mau dibandingkan lagi?oke bandingin dengan negara Austalia....(ko Ausie?ya iyalah secara mereka english jadi native language, lha kalau di Indonesia second language aja ngga, foreign language IYA) bukan itu yang bisa dibandingkan, tapi seharusnya kita sebagai orang Indonesia yang notabennya bertetanggaan “lebih dekat” secara geografis harus bisa berbahasa Inggris lebih baik dibandingkan negara tetangga lainnya. Beliau juga mengatakan bahwa banyak lembaga seperti World Bank, UNDP, dan lembaga internasional yang mengeluarkan report mengenai Indonesia setiap tahunnya. Tetapi semua editornya orang bule alias yang nativenya english atau orang India (jangan salah orang india, pakistan, bangladesh,,,saya bisa bilang mereka memang lebih unggul dalam penguasaan bahasa inggris, based on experience with my chat friends from many countries). Katanya orang Indonesia paling jadi penelitinya. PanAs PaNaaas dengernya! Wah heard that I think  We Need CHANGE by learn english everytime everywhere!!! Learning by doing!!! Let’s do and start to write in english J PRACTICE PRACTICE PRACTICE.
          Terima Kasih untuk Mas Damar, seorang editor The jakarta Post yang tadi “ngompor-ngomporin” kami untuk menulis dalam bahasa inggris. Banyak hal yang beliau ajarkan mengenai gaya penulisan, tahapan editing sebuah tulisan sampai keluar menjadi artikel, blogging, sampe wejangan bahwa kita memang butuh dan harus mengglobal salah satu caranya adalah mulai menulis dalam bahasa inggris. Nanti akan saya buat postingan baru mengenai kiat-kiat menulis yang disampaikan dalam workshop tadi (walaupun dalam bahasa inggris, ngerti sih artinya, tapi lupa lagi :D) mudah-mudahan masih ingat sama yang dicatat. Beneran deh banyak hal yang dapat dipelajari dari workshop hari ini. Walaupun yang mengahadiri hanya 14 orang justru malah merasa ekslusif karena ga rame dan ga berebutan colokan laptop hahaha jadi enak banget suasana kondusif). Ok tunggu ya postingan selanjutnya :D
          Are you ready to write in english?no matter how your grammer structure in your writing is....a perfect writing is also started from many mistakes so just do it and try!!! Man Jadda Wa Jadda (
There Is Always A Way for Those Willing To Go The Extra Mile :)

Thanks to CDC Fisipol UGM, The Jakarta Post, Mr. Damar, Mr. Riandi and all people who got involved in the workshop :)

Sabtu, 09 Juli 2011

Cyber Education as IT Revolution for Better Future of Indonesia


         
          Globalisasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari oleh suatu negara. Hal hal ini tentu terkait dengan tuntutan sebuah negara yang semakin besar dalam melibatkan diri pada putaran globalisasi dan ikut berkompetisi dengan negara lain jika tidak ingin ketinggalan. Globalisasi juga membawa keterbukaan informasi yang mempercepat perkembangan kemajuan teknologi di dunia. Seperti yang diungkapkan oleh Kim Kihwan bahwa “The most powerful factor bringing about globalization is the revolution in information technologies or IT for short”.[1] Salah satu aspek yang perlu dimanfaatkan dari kemajuan teknologi adalah mbidang pendidikan.
Pendidikan menjadi bagian penting yang dapat menbawa suatu negara dapat berkembang melalui generasi yang lebih baik dari masa ke masa. Oleh karena itu mamanfaatkan kemajuan teknologi untuk pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi perkembangan generasi Indonesia dalam memasuki persaingan tingkat global.
          Berkembangnya teknologi juga merupakan bagian penting dalam peningkatan kemajuan manusia di berbagai bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan. Internet menjadi media yang dimanfaatkan untuk kepentingan kemajuan pendidikan. Di beberapa negara maju saat ini sudah diterapkan sistem pendidikan dengan memanfaatkan jaringan internet yang disebut cyber education atau masyarakat lebih mengenalnya sebagai e-education. Cyber education memiliki kelebihan dan manfaat yang dapat membantu sharing knowledge kepada lebih banyak orang.
          Cyber education memungkinkan sebuah negara melakukan terobosan dalam sistem pendidikan dengan mengikutsertakan cyber education sebagai bagian dari salah satu sistem pendidikan. Inovasi teknologi seperti internet juga dimanfaatkan dalam melakukan layanan pendidikan seperti sistem registrasi online, konsultasi, maupun penyajian materi pendidikan yang dapat diakses kapanpun. Teknologi seperti ini sudah banyak dilakukan oleh lembaga pendidikan, hanya saja dalam mengadakan pendidikan berbasis internet yang biasa kita kenal sebagai e-education atau cyber education masih belum dioptimalkan di Indonesia. Padahal jika tidak ingin ketinggalan dengan negara lain, Indonesia perlu melakukan sebuah revolusi teknologi informasi terhadap cyber education di Indonesia untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Seperti yang telah diungkapkan bahwa pendidikan merupakan kunci sentral dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing dengan SDM dari negara lain karena dengan SDM yang handal bangsa Indonesia akan berjalan ke arah yang lebih baik dari masa ke masa.
          Bagi kemajuan ekonomi, APEC sangat menekankan bagi anggotanya untuk segera menerapkan cyber education sebagai penunjang kegiatan ekonomi. APEC menyebutkan sebagai knowledge economy yang diartikan sebagai pemanfaatan IT sebagai penunjang ekonomi melalui pengadaan cyber education.[2] Hal ini membuktikan bahwa ekspektasi penerapan cyber education secara luas di masa mendatang akan membawa manfaat tersendiri bagi segala aspek, tidak hanya aspek pendidikan.
          Dibeberapa negara maju di dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris serta beberapa negara berkembang seperti di Filipina. Konsep cyber education sudah dikembangkan dengan dukungan penuh dari pemerintahnya melalui departemen pendidikan.
Dalam konteks negara Indonesia sebagai negara kepulauan, cyber education juga merupakan salah satu solusi bagi pemerataan kualitas pendidikan. seperti yang diketahui bahwa pulau Jawa menjadi sentral kemajuan pendidikan di Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa di luar pulau Jawa, daerah lain seperti di Papua dan pulau-pulau kecil lainnya dikarenakan keterbatasan fasilitas, dan transportasi banyak yang tertinggal, padahal mereka sama-sama berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas seperti halnya di Pulau Jawa. Terobosan cyber education merupakan solusi yang dapat mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia, sehingga pendidikan bisa diakses oleh seluruh masyarakat di manapun berada. Pemanfaatan cyber education seperti ini telah diterapkan oleh negara Kanada. Western Economic Diversification Canada (WD) memberi akses cyber education kepada beberapa provinsi di bagian barat Kanada. Kursus online yang diberikan di beberapa college di Kanada dianggap dapat meningkatkkan pendidikan pelajar dan technical skills yang bisa meningkatkan prospek karir mereka. Selan itu, tujuan cyber education ini adalah memperluas kapasitas institusi untuk membangun dan mentransfer teknologi baru.[3]
Dalam buku yang berjudul “E-Education Konsep, Teknologi, dan Aplikasi Internet Pendidikan, Budi menjelaskan bebebrapa manfaat e-education diantranya, memperpendek jarak artinya birokrasi antara pendidik dan mahasiswa dapat dipersingkat, perluasan pasar yaitu peserta didik dapat diperluas dibandingkan sistem pendidikan tradisonal yang ‘dibatasi’oleh lokasi. Serta hemat dan fleksibel yaitu siswa dapat mengikuti proses pendidikan dari berbagai tempat dengan berbagai kondisi. [4]
          Perkembangan inovasi teknologi seperti internet hendaknya bisa dimanfaatkan sebagai upaya memberikan informasi & pengetahuan melalui pendidikan yang dapat diakses secara lebih mudah. Tentu penerapan cyber education juga memerlukan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung bagi penerapan tersebut. Walaupun masih banyak daerah yang masih belum memiliki fasilitas seperti akses internet dengan kapasitas yang tinggi tetapi hal ini dapat diterapkan secara perlahan lahan tentu dengan dukungan dari pemerintah juga. Memang masih banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh Indonesia bagi terwujudnya misi penerapan cyber education, akan tetapi jika tidak dipututskan dan dimulai dari sekarang, maka bukan tidak mungkin bangsa Indonesia akan ketinggalan dengan bangsa lain yang sudah mulai menerapkan sistem seperti ini.
          Indonesia membutuhkan sebuah revolusi IT terhadap cyber education bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. seperti manfaat yang telah dijelaskan bahwa dengan cyber education, tidak hanya manfaat pendidikan tetapi secara tidak langsung hal tersebut akan membawa dampak pada bidang lain. Revolusi ini diartikan sebagai terobosan yang akan membawa perubahan yang cepat bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. Demi mencapai pencapaian tersebut Indonesia harus melakukan langkah-langkah yang dapat mendorong penerapan dan perkembangan cyber education.
          Teknologi, kebijakan dan peran dari dari berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, pelajar, praktisi merupakan bagian dari langkah-langkah yang dapat dilakukan Indonesia dalam melakukan revolusi tersebut. Sebuah harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik dapat dilakukan mulai dari sekarang dengan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari kehidupan yang dapat menghasilkan generasi yang semakin baik dari masa ke masa.
          Revolusi IT terhadap cyber education di Indonesia memerlukan sebuah integrasi agar menjadi sebuah sistem yang komprehensif. Penyediaan infrastruktur seperti penyedian komputer dan akses internet, serta software dan hasil inovasi lainnya merupakan hal penting untuk penerapan cyber education. Ini menjadi salah satu langkah yang diambil dalam melakukan.

Yang kedua adalah kebijakan, beberapa negara yang telah menerapkan dan menghasilkan perkembangan yang lebih maju bagi cyber education, hal itu dikarenakan kebijakan negara tersebut. Cyber education diperkuat oleh basis kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah negara tersebut. Kebijakan yang mendukung serta dukungan dari departemen pendidikan negara tersebut maka pelaksanaan cyber education dapat berkembang dengan cepat. Di Asia Tenggara, pemerintah Filipina telah mengeluarkan sebuah kebijakan dan project cyber education yang didukung pebuh melalui Departemen Pendidikan Nasionalnya.
          Pemerintah mengambil peranan sentral dalam mengkoordinasikan para pihak yang dapat mendukung terlaksananya program tersebut. Seperti kerajasama terhadap pihak swasta yang dapat menmberikan dukungan bagi penciptaan cyber education kepada sasaran yang lebih luas seperti yang dilakukan oleh negara Kanada. Hal itu terjadi karena komitmen pemerintahnya yang dibuktikan melalui upaaya kerjasama yang dilakukan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan cyber education. Selain peran aktif ahli, pelajar dan para praktisi dalam penerapan cyber education, kerja sama dalari seluruh aktor menjadi satu kesatuan yang terintegrasi sehingga dapat menciptakan sebuah sistem bagi cyber education di Indonesia. Diharapkan keseluruhan langkah-langkah ini dapat menciptakan sebuah sistem cyber education yang dapat membawa masa depan Indoensia ke arah yang selalu lebih baik.
          Cyber education sebagai revolusi IT menjadi pilihan bagi Indonesia dalam menyiapkan generasinya yang mampu bersaing dalam era globalisasi dengan negara lain di tingkat internasional sebagai bagian dari globalisasi. Sebuah masa depan Indonesia yang lebih baik menjadi harapan yang akan terwujud melalui penerapan cyber education di Indonesia.

Referensi

[1] Kihwan, Kim. 2001. Globalization and Its Limit. CSIS: Jakarta.
[3] http://www.wd.gc.ca/eng/9977.asp diakses tanggal 9 Juli 2011
[4] Soetedjo D.O, Budi. 2002. E-Education Konsep, Teknologi, dan Aplikasi Internet Pendidikan.   
   Andi:Yogyakarta.